Architecture and Behavior

DESKRIPSI

Dalam kelas seminar ini, mahasiswa akan belajar tentang pendekatan perilaku (secara sosial dan psikologis) dalam perancangan arsitektur dan lingkungan binaan. Setelah mengikuti kelas ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan permasalahan arsitektur dan lingkungan binaan yang mendasari perlunya pendekatan sosiologis dan psikologis dalam perancangan arsitektur; mampu menjelaskan teori-teori dasar yang membangun badan keilmuan arsitektur dan perilaku spasial; mampu menjelaskan dan mengidentifikasi aspek-aspek dalam ruang personal dan ruang sosial; serta mampu melakukan penelitian arsitektur sederhana dengan pendekatan perilaku spasial.

 

PROSEDUR, TUGAS, DAN PENILAIAN

  • Prosedur
    • Kelas dimulai pukul 13.00; keterlambatan diijinkan hingga maksimal 15 menit.
    • Kehadiran minimal adalah 13 dari 16 kali pertemuan.
    • Setiap mahasiswa mendapat tugas untuk mempresentasikan 1 (satu) bacaan selama maksimal 15 menit
    • 10-15 menit sebelum kelas berakhir, mahasiswa akan diberi waktu untuk membuat rangkuman diskusi kelas dan tanggapannya terhadap materi diskusi tersebut, untuk kemudian diunggah ke SPOT sebelum sesi kelas berikutnya.
    • Bahan bacaan dapat dikopi dari dosen. Beberapa bahan dapat diunduh dari SPOT.
  • Tugas dan Penilaian
    • Presentasi bacaan (30%)
    • Response paper (10%)
    • Presentasi tugas besar (40%)

JADWAL

(1) 3 Feb 2014 – Mengapa Pendekatan Perilaku Diperlukan dalam Arsitektur

Bacaan:

  • Lang, Jon. “The Modern Movement, Architectural Theory, and the Behavioral Sciences.” in Creating Architectural Theory: The Role of the Behavioral Sciences in Environmental Design. 1-29. New York: Van Nostrand Company, 1987.
  • Hays, Laurie. “A Wright house Isn’t Right at All If You Think Privacy Is Important.”  in Wall Street Journal, 9 December 1986

(2) 10 Feb 2014 – Dimensi dan Perilaku Ruang (1): Antropometri, Ergonomi, dan Peta Kognitif

Bacaan:

  • Lang, Jon. “Anthropometrics and Ergonomics.” in Creating Architectural Theory: The Role of the Behavioral Sciences in Environmental Design. 126-134. New York: Van Nostrand Company, 1987.
  • Lang, Jon. “Cognitive Maps and Spatial Behavior” in Creating Architectural Theory: The Role of the Behavioral Sciences in Environmental Design. 135-144. New York: Van Nostrand Company, 1987.

(3) 17 Feb 2014 – Dimensi dan Perilaku Ruang (2): Proxemics

Bacaan:

  • Hall, Edward T. “Distances in Man.” in The Hidden Dimension. 113-129. New York: Doubleday, 1966.
  • Saarinen, Thomas F. “Proxemics.” in Environmental Planning. 24-29. Prospect Heights: Waveland Press Inc., 1976.

(4) 24 Feb 2014 – Dimensi dan perilaku Ruang (3): Aksesibilitas, Inklusi, dan Eksklusi

Bacaan:

  • Newman, Oscar. “Natural Surveillance.” Defensible Space: Crime Prevention Through Urban Design. 78-101. New York: Collier Books, 1973.
  • Carmona, Matthew et.al. “Controlling Space: Access and Exclusion.” in Public Places Urban Spaces: The Dimensions of Urban Design. 154-158. London and New York: Routledge, 2003.
  • Spain, Daphne. “Space and Status.” Gendered Space. 1-31. Chapel Hill and London: The University of North Carolina Press, 1992.

(5) 3 Mar 2014 – Penelitian Lingkungan dan Perilaku Spasial (1)

Video:

  • “Social Space in Small Urban Spaces” (William H. Whyte)

Bacaan:

  • Whyte, William H. The Social Life of Small Urban Spaces. Washington D.C.: The Conservation Foundation, 1980.

(6) 10 Mar 2014 – Penelitian Lingkungan dan Perilaku Spasial (2)

Bacaan:

  • Zeisel, John. Inquiry by Design. New York: W.W. Norton & Company, Inc., 2006

(7) 17 Mar 2014 – Kunjungan Lapangan

(8) 24 Mar 2014 – Presentasi dan Diskusi Hasil Kunjungan Lapangan

(9) 31 Mar 2014 – Perilaku dalam Arsitektur (1): Sekolah dan Bangunan Ibadah

Bacaan:

  • Aryanti, Tutin. “Women’s Prayer Space: Body and Boundary.” The International Journal of the Constructed Environment 2, no. 3 (2012): 177-90.
  • Sanoff, Henry. “The L-Shaped Classroom: A New Learning environment.” In Beyond Conflict: Proceedings of the 37th Annual Conference of the Environmental Design Research Association (EDRA), Maldrena K. Chapin, ed. Edmond, OK: EDRA, 2006: 133-134.
  • Walden, Rotraut. “Schools for the Future: The Users’ Perspective.” In Beyond Conflict: Proceedings of the 37th Annual Conference of the Environmental Design Research Association (EDRA), Maldrena K. Chapin, ed. Edmond, OK: EDRA, 2006: 286-287.

(10) 7 Apr 2014 – Perilaku dalam Arsitektur (2): Rumah Sakit

Bacaan:

  • McLaughlin, H. “Post-Occupancy Evaluation of Hospitals: What One Such Evaluation Produced.” AIA Journal (Jan 1975): 30-34.
  • Santos, Angeli and Leather, Phil. “Environmental Design and Post Operative Recovery: A Comparative Study of Two Cardiovascular and Cardiothoracic Wards.” In Building Sustainable CommunitiesProceedings of the 38th Annual Conference of the Environmental Design Research Association (EDRA), Janice M. Bissell, ed. Edmond, OK: EDRA, 2007: 202.
  • Cochran, B. “Design and Planning of Psychiatric Facilities. “ in Hospital and Community Psychiatry, 31:7 (July 1980): 483-490.

(11) 14 Apr 2014 – Perilaku dalam Arsitektur (3): Kantor dan Tempat Kerja

Bacaan:

  • Sommer, R. “Tight Spaces: Hard Architecture and How to Humanize It.”
  • Walden, Rotraut. “Work Environments.” In Encyclopedia of Applied Psychology Vol. 3, 2004: 699-707.

(12) 21 Apr 2014 – Perilaku dalam Arsitektur (4): Ruang Luar

Bacaan:

  • Kaplan, Rachel et.al. With People in Mind: Design and Management of Everyday Nature. Washington D.C.: Island Press, 1998.

(13) 28 Apr 2014 – Presentasi Tugas Besar (1)

(14) 5 Mei 2014 – Presentasi Tugas Besar (2)

(15) 12 Mei 2014 – Presentasi Tugas Besar (3)

(16) 19 Mei 2014 – Pengumpulan Tugas dan Review Kelas

Selengkapnya GE2014_AT551 Arsitektur & Perilaku_Silabus